Archive for June 26th, 2012

Resep Semur Soun Goreng Campur

Resep Semur Soun Goreng Campur ini adalah salah satu contoh resep peranakan yang mengawinkan Soun khas Cina dengan resep semur manis gurih khas Indonesia. Lezatnya? Jangan ditanya! Yuk kita coba!

Continue reading

Mengenal Allah

Mengenal Allah
Kategori: Majalah “Syariah” Edisi 2

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman)

Tak kenal maka tak sayang, demikian bunyi pepatah. Banyak orang mengaku mengenal Allah I, tapi mereka tidak cinta kepada Allah I. Buktinya, mereka banyak melanggar perintah dan larangan Allah I. Sebabnya, ternyata mereka tidak mengenal Allah I dengan sebenarnya.

Sekilas, membahas persoalan bagaimana mengenal Allah I bukanlah sesuatu yang asing. Bahkan mungkin ada yang mengatakan untuk apa hal yang demikian itu dibahas? Bukankah kita semua telah mengetahui dan mengenal pencipta kita? Bukankah kita telah mengakui itu semua?
Kalau mengenal Allah I sebatas di masjid, di majelis dzikir, atau di majelis ilmu atau mengenal-Nya ketika tersandung batu, ketika mendengar kematian, atau ketika mendapatkan musibah dan mendapatkan kesenangan, barangkali akan terlontar pertanyaan demikian.

Continue reading

Makanan Syubhat

Makanan Syubhat
Kategori: Majalah “Syariah” Edisi 2

Kepada pengasuh majalah Syariah yang kami hormati. Berikut surat ini kami tulis karena ada beberapa pertanyaan yang ingin kami tanyakan.
Dalam ingatan ana yang tersamar, pernah ber-’azam (bahkan dengan melafadzkannya) untuk tidak memakan daging ayam potong dan mie instant serta seluruh makanan yang tidak thoyyib dan belum jelas halalnya. Karena seingat ana, makanan tadi bila disembelih tidak melafadzkan asma Allah I, maka haram dan para ahlul hadits meninggalkan makanan semacam tadi. Nah suatu ketika, tetangga ana memberi ana makanan tadi. Sebagai tetangga yang baik ana memakannya. Apakah ana berdosa?
Jazaakumullahu khairan katsira.
Afaf
m83s@yahoo.com
Continue reading

Suami Ingkar Janji

Suami Ingkar Janji
Kategori: Majalah “Syariah” Edisi 2

Saya sudah menikah selama 7 bulan, belum dikaruniai anak. Yang menjadi masalah adalah, saya menikah dengan warga negara Cina. Pernikahan dilangsungkan di Indonesia dan secara Islam, karena dia mau untuk diislamkan dan berjanji akan menaati syariat Islam.Tapi pada kenyataannya dia sama sekali tidak mau belajar bahkan menjalankan hidupnya seperti sebelum dia memeluk Islam. Saya merasa tertipu, apalagi ini adalah hal prinsip dan seumur hidup. Yang ingin saya tanyakan adalah, bisakah saya membatalkan pernikahan saya?
Masih mungkinkah saya membatalkannya? Terima kasih dan mohon penjelasannya. Wassalam.
M.A.
…alsya@yahoo.com.hk
Continue reading

Hukum Asal Segala Sesuatu Itu Suci

Hukum Asal Segala Sesuatu Itu Suci
Kategori: Majalah “Syariah” Edisi 2

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslm Al-Atsari)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin t berkata:

  •     Setiap yang halal itu suci
  •     Setiap yang najis itu haram
  •     Tidaklah setiap yang haram itu najis

(Asy-Syarhul Mumti’, 1/77)

Melanjutkan pembahasan edisi terdahulu tentang najis yang sepanjang pengetahuan kami kenajisannya disepakati oleh ulama, maka dalam edisi kali ini akan dipaparkan hal-hal yang sepanjang pengetahuan kami diperselisihkan masalah kenajisannya, disertai dengan penjelasan mana yang rajih (kuat) dari perselisihan itu, apakah itu najis atau bukan najis, wallahu al-muwaffiq.
Continue reading

Perkara Baru dalam Sorotan Syariah

Perkara Baru dalam Sorotan Syariah
Kategori: Majalah “Syariah” Edisi 2

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari)

Ibadah itu pada asalnya haram untuk dikerjakan bila tidak ada dalil yang memerintahkannya. Inilah kaidah yang harus dipegang oleh setiap muslim sehingga tidak bermudah-mudah membuat amalan yang tidak ada perintahnya baik dari Allah I maupun Rasulullah.

Hadits yang dibawakan oleh istri beliau yang mulia Ummul Mukminin ‘Aisyah x ini, diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari t dalam Shahih-nya, pada Kitab Ash-Shulh, bab Idzashthalahuu ‘ala shulhi jaurin fash shulhu marduud no. 2697 dan juga diriwayatkan Al-Imam Muslim t dalam Shahih-nya, pada Kitab Al-Aqdhiyyah yang diberi judul bab oleh Al-Imam An-Nawawi t selaku pensyarah (yang memberi penjelasan) terhadap hadits-hadits dalam Shahih Muslim, bab Naqdhul ahkam al-bathilah wa raddu muhdatsaatil umuur, no. 1718. Al-Imam Muslim t juga membawakan lafadz yang lain dari hadits di atas, yaitu :

“Siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak di atas perintah kami maka amalannya itu tertolak.”
Hadits ini juga diriwayatkan sebagian imam ahli hadits dalam kitab-kitab mereka. Dan kami mencukupkan takhrijnya pada Ash-Shahihain (Shahih Al-Bukhari dan Muslim).
Al-Imam An-Nawawi t berkata: “Hadits ini merupakan kaidah yang agung dari kaidah-kaidah Islam.” Beliau menambahkan lagi: “Hadits ini termasuk hadits yang sepatutnya dihafalkan dan digunakan dalam membatilkan seluruh kemungkaran dan seharusnya hadits ini disebarluaskan untuk diambil sebagai dalil.” (Syarah Shahih Muslim)
Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-’Asqalani t setelah membawakan hadits ini dalam syarahnya terhadap kitab Shahih Al-Bukhari, beliau berkomentar: “Hadits ini terhitung sebagai pokok dari pokok-pokok Islam dan satu kaidah dari kaidah-kaidah agama.” (Fathul Bari)

Continue reading

Mengenal Bid’ah

Mengenal Bid’ah
Kategori: Majalah “Syariah” Edisi 2

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari)

Al-’Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di t memaparkan tentang bid‘ah: “Bid‘ah adalah perkara yang diada-adakan dalam agama. Sesungguhnya agama itu adalah apa yang datang dari Nabi r sebagaimana termaktub dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah. Dengan demikian apa yang ditunjukkan oleh Al-Qur`an dan As-Sunnah itulah agama dan apa yang menyelisihi Al-Qur`an dan As-Sunnah berarti perkara itu adalah bid‘ah. Ini merupakan definisi yang mencakup dalam penjabaran arti bid‘ah. Sementara bid‘ah itu dari sisi keadaannya terbagi dua:
Pertama: Bid‘ah I’tiqad (bid‘ah yang bersangkutan dengan keyakinan)
Bid‘ah ini juga diistilahkan bid‘ah qauliyah (bid‘ah dalam hal pendapat) dan yang menjadi patokannya adalah sabda Rasulullah r yang diriwayatkan dalam kitab sunan:

“Umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya berada dalam neraka kecuali satu golongan.”
Para shahabat bertanya : “Siapa golongan yang satu itu, wahai Rasulullah ?”
Beliau menjawab: “Mereka yang berpegang dengan apa yang aku berada di atasnya pada hari ini dan juga para shahabatku.”

Continue reading